Pada hari pertama class meeting SMP II Al Abidin Sukoharjo yang berlangsung pada hari Senin, 10 Juni 2024, seluruh siswa putra dari level 7 dan level 8 mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti seminar sex education. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas 8A Ali dengan menghadirkan pemateri Kayyis Hawari, S.Ked., seorang ahli yang memiliki pengalaman luas dalam bidang pendidikan kesehatan remaja.
Seminar ini dirancang untuk memberikan pengetahuan yang relevan dan penting mengenai pendidikan seks yang sesuai untuk usia remaja. Dalam sesi ini, Kayyis Hawari memberikan pemahaman dasar tentang kesehatan reproduksi, yang meliputi anatomi dan fungsi organ reproduksi, serta pentingnya menjaga kebersihan diri. Siswa diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar yang diperlukan untuk memahami tubuh mereka sendiri dan bagaimana merawatnya dengan cara yang benar.
Tidak hanya itu, seminar ini juga membahas bagaimana menghadapi perubahan fisik dan emosional selama masa pubertas. Kayyis menjelaskan bahwa pubertas adalah fase penting dalam kehidupan remaja yang ditandai dengan berbagai perubahan yang mungkin membingungkan atau menakutkan. Dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami, siswa diajak untuk memahami proses alami ini dengan lebih baik, sehingga mereka dapat menghadapi perubahan-perubahan tersebut dengan lebih percaya diri.
Selain aspek fisik, seminar ini juga menekankan pentingnya menghormati diri sendiri dan orang lain dalam konteks hubungan interpersonal. Kayyis Hawari mengajarkan nilai-nilai seperti saling menghargai, komunikasi yang baik, dan batasan pribadi. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengembangkan hubungan yang sehat dan positif dengan orang lain, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan siswa putra dari level 7 dan level 8 dapat lebih memahami pentingnya pendidikan seks dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diberikan tidak hanya berguna untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk perkembangan emosional dan sosial mereka, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berpengetahuan.
Di waktu yang bersamaan, seluruh siswi putri dari level 7 dan level 8 mengikuti seminar sex education di kelas 8B Aisyah. Seminar ini dipandu oleh dua pemateri, yaitu Ariva Syifa’a, S.Ked dan Hibatul Wafi’ah Fahrudin, S.Ked. Materi yang disampaikan dalam seminar ini meliputi pemahaman tentang kesehatan reproduksi khusus untuk remaja putri, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta cara menghadapi perubahan fisik dan emosional selama masa pubertas.
Ariva Syifa’a dan Hibatul Wafi’ah memulai seminar dengan memberikan penjelasan mendetail tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi perempuan. Mereka menjelaskan bagaimana berbagai organ bekerja dan peran penting hormon dalam siklus menstruasi. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, mereka memastikan bahwa para siswi mampu mengerti konsep-konsep dasar yang diajarkan.
Selain itu, pemateri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa pubertas. Mereka memberikan tips praktis tentang bagaimana merawat kebersihan pribadi, terutama saat menstruasi, untuk mencegah infeksi dan masalah kesehatan lainnya. Ariva dan Hibatul juga membahas cara menghadapi perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas, serta bagaimana mengelola stres yang mungkin muncul.
Bagian lain dari seminar ini mencakup pengetahuan mengenai hak-hak perempuan dalam konteks kesehatan seksual dan reproduksi. Ariva dan Hibatul menekankan pentingnya kesadaran akan hak-hak ini agar para siswi dapat membuat keputusan yang bijaksana dan aman mengenai kesehatan mereka. Mereka juga memberikan informasi tentang bagaimana menjaga diri dari berbagai risiko, seperti kekerasan seksual dan penyakit menular seksual, yang mungkin dihadapi selama masa remaja.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan siswi putri dapat lebih memahami pentingnya pendidikan seks dan menjaga kesehatan reproduksi mereka. Selain itu, seminar ini bertujuan untuk membekali siswi dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih berhati-hati dan penuh kesadaran. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

