Pada hari Rabu, 17 Juli 2024, SMP Islam Internasional Al Abidin Sukoharjo memulai hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan sesi yang sangat inspiratif. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Abidin dan dimulai dengan workshop bertajuk “Literacy for a Brighter Future”. Sesi ini dipandu oleh Us Nuha dan menghadirkan Mba Husnul Septiana sebagai pemateri utama. Mba Husnul adalah seorang penulis berbakat yang juga merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Selama sesi workshop, Mba Husnul membagikan pengetahuan yang kaya dan berharga tentang pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, literasi bukan hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman dan interpretasi terhadap informasi yang diterima. Dengan literasi yang baik, para siswa dapat membuka peluang dan masa depan yang lebih cerah.
Mba Husnul juga menceritakan pengalamannya sebagai penulis, memberikan sutrisme kepada para siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka. Ia menekankan bahwa literasi yang baik dapat membantu seseorang dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, karier, hingga pengambilan keputusan yang lebih baik. Sesi ini diselingi dengan diskusi interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pandangan mereka tentang literasi. Diskusi ini tidak hanya menambah pemahaman mereka tentang pentingnya literasi, tetapi juga meningkatkan minat mereka dalam membaca dan menulis.
Keseruan workshop ini membangkitkan semangat para siswa untuk lebih giat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan literasi mereka. Dengan bimbingan seperti ini, diharapkan mereka dapat mencapai prestasi yang gemilang dan menjadi generasi yang cerdas dan berwawasan luas. Workshop ini menjadi salah satu sesi penting yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi seluruh peserta.
Pada sesi kedua MPLS hari ketiga di SMP Islam Internasional Al Abidin Sukoharjo, dokter Shaima menjelaskan secara komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Tema yang diangkat, ‘Empowering Teen Health: Mind, Body, and Soul x HIV/AIDS’, menjadi sorotan utama dalam diskusi yang dipandu oleh Ms. Dewi. Fokus utama pembahasan adalah upaya pemberdayaan kesehatan remaja dengan pendekatan holistik yang meliputi aspek tubuh, pikiran, dan jiwa.
Dokter Shaima menekankan bahwa masa remaja adalah periode kritis dalam perkembangan manusia, di mana kebiasaan hidup sehat mulai terbentuk. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memiliki pengetahuan yang cukup seputar kesehatan fisik, termasuk pola makan yang seimbang, olahraga rutin, dan pentingnya tidur yang cukup. Selain itu, aspek kesehatan mental seperti manajemen stres, pengelolaan emosi, dan penguatan rasa percaya diri juga dijelaskan secara mendalam.
Tidak kalah pentingnya, dokter Shaima juga memberikan edukasi terkait HIV/AIDS. Penyakit menular ini sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan, namun pengetahuan tentang cara pencegahan dan penanggulangan menjadi sangat penting bagi remaja. Melalui penjelasan yang lugas dan mudah dipahami, para siswa diajarkan bagaimana melindungi diri mereka dari risiko penularan HIV/AIDS, termasuk pentingnya kesadaran diri dan pengambilan keputusan yang cerdas terkait kesehatan seksual.
Sesi ini juga dirancang interaktif dengan menyediakan waktu khusus untuk diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban langsung dari dokter Shaima, sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap isu-isu kesehatan yang mereka hadapi. Dengan demikian, pembekalan kesehatan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memberdayakan para siswa untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga kesehatan mereka.

